Juli Arniwita

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Silaturahim 33

Hitungan jari, sudah tidak cukup jemari untuk menghitung rentang waktu menamatkan SMP dengan waktu sekarang. 33 tahun sudah terlewati, waktu terasa cepat berlalu.

Tidak butuh waktu yang lama untuk merencanakannya, hanya beberapa kali pertemuan sebuah acara silaturahim bisa berlangsung.

Silaturrahim alumni sudah menjadi tren sekarang ini. Bagaimana memandangnya terkait plus minusnya ? semua kembali kepribadi masing- masing dan semua tergantung bagaimana kita mengemasnya sehingga menjadi wadah yang bermanfaat baik bagi pribadi maupun alumni secara umum.

Ketika kita memandang aktifitas silaturrahim ini secara positif maka akan muncul sikap dan pandangan yang positif. Tetapi sebaliknya jika kita memandang kaca mata negatif maka ide, pandangan, dan sikap yang lahir juga negatif.

Kehadiran sesama alumni dan dihadiri oleh guru yang pernah mendidik dan mengajar waktu kita masih berpakaian putih biru, diusia 13 sampai 15 tahun, sungguh sesuatu yang luar biasa. Nasehat yang diberikan terasa sangat bermakna, karena hari ini, setelah 33 tahun nasehatitu sangat menyentuh. Dulu kita anakdari orang tua kita yang tidak memiliki tanggung jawab secara ekonomi maupun mendidik generasi. Dulu kita hanyalah murid yang hanya tahu menerima ilmu dan nasehat dari guru kita. Dulu kita hanyalah anggota masyarakat yang tidak punya beban dalam mengayomi. Tapi hari ini, setelah 33 tahun kita telah mengalami metamorfosis yang tak terhitung oleh jari- jari kita perjalanan tahunnya.

Hari ini tidak ada sebutan pejabat ini dan itu, tidak ada sebutan kepala kantor ini dan itu, yang ada hanyalah kita sekelompok alumni yang ingin bersilaturahim menyambung persaudaraan yang terputus oleh jarak dan waktu. Walaupun media sosial sudah membantu dalam merajut kembali silaturrahim tapi tidak mampu mewakili silaturahim di dunia nyata.

Hari ini, nasehat guru terasa sangat menyentuh karena sang guru tidak berbicara dihadapan anak didik yang polos dan lugu, bukan pula pada anak didik yang jiwanya sedang bergejolak mencari jati diri. Hari ini murid itu sudah menjadi pelaku kehidupan, sudah mengalami suka duka sebagai pendidik, sudah merasakan bagaimana riak- riak mendidik dan membesarkan anak- anak, dan merasakan bagaimana melewati kehidupan dimasyarakat yang penuh dinamika.

Silaturrahim sudah mempertemukan rekan seperjuangan yang dulu pernah bersama dalam melakukan tugas sekolah, satu aktifitas dalam kegiatan OSIS, bersama dalam kegiatan Pramuka,dan kegiatan -kegiatan lainnya.

Silarurrahim yang sekaligus sebagai wadah untuk aktifitas sosial, sehingga bisa saling membantu dan saling mensupport.

Sekali lagi silaturrahim antar alumni tergantung memandangnya, semoga silaturrahim bisa dikemas sebaik mungkin dan benar- benar sebagai penyambung silaturrahim dan sebagai wadah melahirkan ide- ide yang positif.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga terus terjalin silaturahmi yang ada. Sukses selalu dan barakallahu fiik

12 Jun
Balas

Trimakasih bu, barakallah buat ibu.....

12 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali